Ternyata Berjabat Tangan Dapat Menularkan Banyak Bakteri

Bersalaman atau berjabat tangan adalah hal yang sudah lumrah dikalangan masyarakat. Apalagi bagi umat muslim, bersalaman adalah hal yang sangat dianjurkan dalam Islam kecuali jabat tangan untuk laki-laki dengan wanita yang bukan mahrom nya.

Berjabat tangan merupakan interaksi sosial dan sebagai keterbukaan kita terhadap sesama.  Namun riset para ilmuwan Aberystwyth University, Wales, seperti yang dilansir dari tempo.co menunjukkan bahwa bersalaman ternyata mentransfer bakteri lebih banyak. Penyebaran bakteri melalui tangan ini bisa membahayakan kesehatan individu terutama pada masa ketika penyakit flu berkembang. Para peneliti pun memberikan saran jika ingin bersalaman lebih baik menggunakan cara lain agar lebih aman.

Para peneliti melakaukan eksperimen atau percobaan dengan berjabat tangan menggunakan sarung tangan karet yang dilumuri lapisan berisi bakteri E. Coli. Kemudian mereka melakukan berbagai bentuk salam, seperti berjabat tangan, menempelkan kepalan tangan (fist bump), dan melakuakn tepukan singkat telapak tangan  atau tos (high five).

Laporan yang dimuat dalam American Journal of Infection Control menyebutkan bahwa bakteri yang menyebar sangat tinggi atau lebih banyak dari pada fist bump ketika kita berjabat tangan, sedangkan jika kita melakukan high five tidak terlalu banyak penyebaran bakteri. Fist bump dan high five sangat tepat untuk dijadikan sebagai pengganti berjabat tangan, akrena dengan metode tersebut dapat meminimalisir perpindahan bakteri.

Dilansir dari tempo.co, Dave Whitworth peneliti dan pengajar senior di Aberystwyth University, mengatakan riset tersebut mungkin  terdengar aneh namun ada pesan penting di dalamnya.

“Saat terjadi pandemi flu atau ketika berada di rumah sakit, Anda mungkin akan berpikir ulang untuk berjabat tangan,” kata Whitworth seperti ditulis BBC, 28 Juli 2014.

Namun menurut Whitmorth sangat sulit untuk mengganti tradisi bersalaman dengan metode fist bump dan high five. Tidak menerima jabatan tangan dari orang dianggap tidak sopan karena jabat tangan merupakan norma sosial. “Generasi muda sudah mengenal fist bump, jadi masalahnya ada pada generasi tua dan upaya menjaga tradisi bersalaman, “ katanya.

Peter Hoffman, pakar pengendalian infeksi dari Public Health England, mengatakan bahwa fist bump merupakan cara yang sederhana untuk menghindari perpindahan atau penyebaran kuman dari tangna ke tangan. Namun Hoffman mengatakan ada hal lain yang bisa mengurangi penyebaran kuman yaitu dengan mencuci tangan. “Jika mencuci tangan hingga bersih setelah dari toilet, penyebaran kuman bisa diminimalisir dan resiko sakit juga menurun,” katanya.

Menurut Hoffman, cara yang terbaik untuk mengurangi kuman saat memberi salam yaitu dengan meniru orang di era Victoria. “Di masa itu, ketika bertemu orang cukup dengan membungkuk pada jarak tertentu, tak perlu khawatir terpapar kuman dari orang lain,” tuturnya.

 

Sumber : tempo.co

🔥346

If you liked this article
please click on the "Like!".