Bahaya Mengonsumsi Hiu, Ini Alasannya

Penelitian baru kembali mempertegas bukti lain dari alasan untuk tidak makan hiu. Hal ini terkait masih maraknya perburuan hiu untuk dikonsumsi.

Ringkaskata.com | Studi menemukan bahwa kadar logam berat yang ditemukan pada hiu di perairan Bahama sangat tinggi.

Lantas, bagaimana bisa hal itu terjadi?

Para peneliti, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (9/1/2021), mengatakan bahwa aktivitas manusia selama abad terakhir, telah mempercepat logam berat mencemari lingkungan laut.

Akibatnya, tingkat pencemaran logam berat yang ditemukan dalam sebuah studi, semakin tinggi.

Sedikitnya ada lusinan jenis logam, termasuk merkuri yang ditemukan pada hiu karang dan hiu macan di seluruh perairan Bahama.

Padahal, perairan Bahama adalah salah satu kawasan lindung laut dan habitat bagi beragam jenis hiu.

Para peneliti dari Beneath the Waves (BTW), sebuah lembaga penelitian nirlaba, telah mengamati jaringan otot pada 36 hiu dari enam spesies berbeda.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Scientific Report itu, mereka mengatakan bahwa temuan sejumlah logam berat pada hiu belum diketahu seperti apa dampaknya bagi kesehatan hiu.

Kendati demikian konsentrasi logam yang ditemukan sudah melebihi normal yang dianggap beracun untuk dikonsumsi manusia.

Studi ini menyimpulkan bahwa temuan tersebut menunjukkan, hiu yang berada dalam lingkungan ekologi yang relatif murni, mungkin berpotensi memiliki tingkat logam berbahaya.

“Mungkin akan berdampak pada implikasi kesehatan publik jika dikonsumsi oleh populasi manusia setempat,” kata peneliti dalam studi tersebut.

Rekan penulis penelitian, Dr Austin Gallagher mengatakan bahwa penelitian tersebut adalah bukti lain yang mengarahkan bahwa orang sebaiknya menjauh atau tidak mengonsumsi hiu.

Peneliti menegaskan bahwa hiu tidak bisa dimakan oleh orang-orang di Bahamas.

“Memahami bagaimana hiu dipengaruhi oleh manusia sangat penting sebagai upaya konservasi berkelanjutan dari spesies penting secara ekologis dan ekonomis ini,” kata Dr Oliver Shipley, penulis utama studi ini.

Rekan peneliti BTW dan peneliti postdoctoral di University of New Mexico mengatakan bahwa kelimpahan hiu relatif stabil dan sehat di Bahama, berkat perlindungan jangka panjang yang efektif.

“Jika level (logam berat) di Bahamas tinggi, bayangkan seperti apa hiu di bagian lain dunia di mana keberlanjutan dan pelestarian lingkungan tidak menjadi prioritas,” kata peneliti.

Teks: Kompas.com / Foto: Suara.com

🔥5

If you liked this article
please click on the "Like!".