Menurut Ahli Mikrobiologi, Saat Naik Pesawat Tidak Perlu Rapid Test atau Swab Test

Pemerintah saat ini mewajibkan bagi setiap orang yang akan menggunakan moda transportasi udara (pesawa) untuk melampirkan hasil rapid test atau swab test sebagai bukti bahwa mereka tidak positif Covid-19.

Ringkaskata.com | Menurut Ahli Mikrobiologi dari Universitas Sriwijaya, Yuwono mengatakan, untuk terbang sebenarnya masyarakat tak perlu lagi harus menyertakan hasil tes cepat maupun tes usap.

Ia menjelaskan, pencegahan penularan di pesawat dapat dilakukan dengan cara mendeteksi suhu calon penumpang pesawat sebelum terbang.

Bila calon penumpang dinyatakan demam maka harus langsung ditolak untuk melakukkan penerbangan.

Demam merupakan salah satu gejala yang menandakan bahwa seseorang positif covid-19 dan dapat menularkan virus ke orang disekitarnya.

“Rapid test dan swab test tidak perlu untuk syarat penerbangan. Kalau suhu tunggi, 38 derajat, artinya demam. Urusan juga tidak mendesak langsung suruh pulang. Kecuali ada gejala. Gejala apapun tidak boleh terbang,” jelasnya pada Sumsel Virtual Fest dengan tema Pandemi Covid-19, Menyerah atau Menang, Rabu (5/8/20). Dikutip dari tribunsumsel.com.

Yuwono juga mengatakan, Orang Tanpa Gejala (asimptomatik) tidak akan menularkan virus kepada orang lain.

Hal ini dikarenakan dari hari pertama hingga hari ke-14 tidak ada gejala sehingga virus tidak berkembang biak dengan baik. Bila virus tak berkembang biak maka tidak cukup untuk menginfeksi orang lain karena sangat rendah kadar virusnya.

 

Sumber berita : Tribunnews

🔥15

If you liked this article
please click on the "Like!".