Resmi, Menkes Setujui Palembang dan Prabumulih Menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumsel, Ringkaskata.com | Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah menyetujui usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Kota Palembang dan Kota Prabumulih, Selasa (12/05/2020) dinihari.

Sejak April 2020, kedua kota di Provinsi Sumatera Selatan itu telah menjadi zona merah transmisi lokal virus corona.

Penetapan PSBB Palembang dilakukan melalui Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/307/2020. Sedangkan, penetapan PSBB Prabumulih sesuai Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/306/2020.

Kabag Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel Andi Suman menyatakan SK PSBB kedua kota tersebut telah diterima untuk diserahkan kepada masing-masing pemkot.

Selanjutnya, Gubernur Sumsel Herman Deru akan menginstruksikan masing-masing wali kota untuk membuat peraturan kepala daerah terkait.

“Untuk lebih lanjutnya gubernur akan menggelar konferensi pers pada Rabu (13/5) pukul 14.00 WIB,” ucap Andi seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengaku sudah menerima SK persetujuan PSBB. Namun hari ini baru dibahas kapan akan berlaku kebijakan tersebut.

“Iya benar, besok kita bahas Perkada dulu wali kota bersama Gugut Tugas COVID-19 Palembang. Setelah itu baru dibawa ke Gubernur untuk di evaluasi,” terang Dewa.

Ratu Dewa juga menambahkan bahwa, saat ini Pemkot dan Gubernur akan menindaklanjuti dan membuat beberapa administrasi lainnya.

“Setelah disetujui, Pemkot Palembang akan segera menindaklanjuti dengan membuat perwali [peraturan wali kota] tentang PSBB, surat keputusan, dan administrasi lainnya,” tambahnya.

Untuk diketahui, pekan lalu Gubernur telah menyetujui pengajuan penerapan PSBB di Palembang dan Prabumulih. Setelah surat diteken, selanjutnya dikirim ke Kementerian Kesehatan pada Selasa, 5 Mei 2020.

Berdasarkan data Gugus Tugas Sumsel, terdapat 151 kasus positif corona di Kota Palembang hingga Selasa (12/5). Sebanyak 47 pasien di antaranya sembuh dan dua pasien meninggal dunia.

Sementara itu, Kota Prabumulih dinyatakan zona merah pada 4 April 2020 atau 12 hari setelah kasus pertama muncul.

Hingga Selasa (12/5) kemarin, terdapat 13 kasus positif COVID-19 di Prabumulih, dengan kasus sembuh empat orang dan meninggal satu orang.

Diolah dari beberapa sumber

Rep : RA

🔥39

If you liked this article
please click on the "Like!".