Indahnya Kain Songket Khas Palembang

Ringkaskata.com – Palembang dikenal sebagai kota yang mempunyai banyak aset yang menggambarkan kebesaran daerah itu sendiri, seperti budaya, kesenian dan kerajinan khasnya. Salah satu kerajinan khas daerah ini yang sudah sangat terkenal seantero negeri adalah kain songket.

Songket dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tenun yang bersulam emas (perak) biasanya dikenakan kaum wanita. Siapa yang tidak kenal dengan songket asal Sumatera Selatan? Sulaman benang emas yang menyelimuti kain tenun dengan bahan nan lembut, membuat wanita tampil percaya diri dan memiliki daya tarik yang khas.

Berwarna gemerlap menjadikan penampilan wanita tampak glamor dan mewah, namun tetap mewakili kebudayaan asal provinsi Sumatera Selatan itu. Semakin modern, semakin banyak pula desainer – desainer kreatif yang menciptakan berbagai desain unik sedemikian rupa sehingga membuat masyarakat ingin mengoleksi songket dalam jumlah yang banyak. Hal ini juga dapat mengangkat kebudayaan asal Palembang itu sendiri.

Songket dipakai untuk acara khusus, seperti seserahan pernikahan, acara kondangan, dan acara-acara besar lainnya. Songket selain dikenakan di bahu, bisa juga dipakai sebagai sarung dan juga di kepala seperti mengenakan sorban, dengan dimodelkan melingkari bagian kepala dan bahan kaku segitiga berdiri ke arah atas.

“Ya beda, tenunnya beda, cara menenunnya juga beda, lalu motifnya, yang penting itu motifnya pasti beda, ada ciri-ciri khas tersendiri dari songket Palembang,” tanggapan Kemas Yustri U.SE seorang warga asli Wong Kito yang juga salah satu pemakai kain songket.

Teknik pengerjaan dalam pembuatan songket yang tidak mudah menjadi pembeda antara songket Sumatera Selatan dengan songket daerah lainnya. Maka tidak salah kalau harga songket Palembang yang kian mahal. Semakin indah rupanya, semakin mahal pula harga penjualannya.

Harga kain Songket Palembang berkisar antara 3 sampai 5 juta, karena selain pengerjaannya dengan ketekunan tinggi juga menggunakan bahan baku yang sebagian besar diimpor. Benang lokal dapat digunakan namun agak susah untuk ditenun. Selain itu, motif Songket Palembang juga mempengaruhi harga dari kain songket tersebut. Apabila motif kain Songket Palembang semakin penuh maka harganya semakin mahal. Kerapatan hasil tenunan kain Songket khas Palembang juga mempengaruhi harga kain songket.

Lebih lanjut, Kemas Yustri menyatakan harga mahal tidak mengurangi minatnya untuk mengoleksi songket, karena megoleksi songket itu penting untuk kondangan – kondangan Palembang khususnya.

 

sumber :  rubik.okezone.com

 

🔥181

If you liked this article
please click on the "Like!".

ALI