6 Jenis Makanan Ini, Gak Baik untuk Otakmu, Jangan Kebanyakan Yah!

Belajar itu memang membuat anak-anak menjadi pintar, tapi apakah satu faktor lagi yang menurutmu berpengaruh terhadap kecerdasan mereka? Ya, makanan.

Ringkaskata.com | Tanpa pengaturan makanan dan pemberian makanan yang sehat, pembelajaran yang selama ini diterima di sekolah tidak akan mampu masuk ke otak karen sulit berkonsentrasi.

Adapun berikut ini jenis-jenis makanan yang jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan pengurangan kualitas otak.

  1. Makanan dan minuman bergula

Minuman macam ini ada di mana-mana dan dalam berbagai bentuk: minuman olahraga, jus buah, soda. Semua hal itu menambah resiko terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2, serta mengurangi kesehatan otakmu. Menurut hasil penelitian, kebanyakan gula menyebabkan gangguan memori dan radang otak.

  1. Karbohidrat yang dihaluskan

Kamu pasti pernah memakan bubur gandum atau roti gandum kan? Itu dibuat dari karbohidrat yang dihaluskan dan menurut para ilmuwan, jika terlalu banyak memakan itu tidaklah sehat.

Ilmuwan melihat memakan banyak karbohidrat yang dihaluskan mampu mendapatkan gangguan memori, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Selain itu hasil studi menunjukkan anak-anak di umur enam sampai tujuh tahun yang mengonsumsi banyak karbohidrat ini memiliki nilai lebih jelek dalam hal kemampuan nonverbal.

  1. Makanan kaya akan lemak

Mereka yang banyak makan makanan seperti ini berkecenderungan untuk memiliki gangguan memori, penurunan kognitif, volume otak yang lebih rendah dan penyakit Alzheimer. Dalam sebuah studi untuk mengetahui fungsi otak terhadap 38 wanita berdasarkan diet mereka, wanita yang lebih banyak makan lemak jenuh memiliki memori yang lebih rendah ketimbang yang memakan lemak tak jenuh. Hal itu membuktikan bukan permasalahan tipe lemak yang dikonsumsi melainkan lebih ke arah banyaknya.

  1. Makanan yang diproses tinggi

Makanan-makanan yang diproses tinggi memiliki kandungan konsentrasi garam yang tidak menyehatkan. Umumnya ini adalah makanan-makanan yang ada di swalayan seperti mie instan, permen, dan chips.

Riset menunjukkan kurangnya kepadatan nutrisi yang tidak dimiliki makanan-makanan tersebut menyebabkan fungsi otak melemah serta mempromosikan adanya penyakit degeneratif. Buktinya adalah penelitian yang menyebabkan rendahnya nilai dalam mengingat dan pembelajaran oleh mereka yang sering makan makanan-makanan yang diproses tinggi.

  1. Aspartame (Pemanis buatan)

Ini adalah pemanis buatan yang umumnya terkandung di makanan-makanan yang menjanjikan turunnya berat. Studi tentang ini cukup kontroversial mengingat banyaknya hasil riset yang berseberangan, akan tetapi sebuah studi menunjukkan mereka yang banyak makan ini memiliki tingkat depresi yang tinggi dan mental yang tak stabil. Resiko demensia juga meninggi akibat makanan ini.

  1. Alkohol

Konsumsi berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada otak. Selain mengurangi volume otak, alkohol juga menyebabkan sistem saraf di otak terganggu. Individu yang menjadi alkoholik dapat terserang penyakit bernama Wernicke’s encephalopathy, sebuah gangguan otak yang dapat berkembang menjadi Korsakoff’s syndrome. Korsakoff’s syndrome adalah salah satu kerusakan otak yang parah dengan adanya gejala pengurangan kemampuan penglihatan, ketidakstabilan tubuh dan mudah bingung.

Hmmm… Kalau dilihat-lihat dari makanan dan hasil risetnya, pengurangan kualitas otak ini sepertinya berbanding lurus dengan obesitas. Jadi bisa disimpulkan dengan menghindari makanan-makanan yang menyebabkan obesitas, maka kesehatan otakmu pun juga akan terjaga.

 

Rep : im’R / Ed : Azz

Sumber : Idn times

🔥20

If you liked this article
please click on the "Like!".