Teruntuk Diriku di Masa Depan, Mencoba Menyapa Dirimu Adalah Harapanku!

Bukannya aku takut atau apa, hanya saja saat ini aku belum mampu. Semoga di masa depan aku dapat menyapamu.

Apa kabar ? Sudahkah kamu berbahagia dan bersyukur hari ini ?

Semoga kamu selalu diberi kesehatan dan sudah menjadi wanita tangguh yang sepenuhnya. Aku saat ini masih jatuh bangun untuk menempa diriku agar bisa setangguh dirimu. Saat ini aku masih mencari-cari celah untuk membangun kehidupanku supaya bisa menikmati hidup seperti yang kamu lakukan. Kadang aku ingin menangis dan melarikan diri, tapi kuurungkan itu semua.

Aku berkaca padamu yang mampu menyeka air mata dan tetap berdiri tegar. Sungguh betapa aku mengagumi jiwamu yang begitu tegar dan lembut, yang pun tak pernah sedetikpun tidak mensyukuri segala nikmat yang Tuhan berikan. Adakah dirimu menyimpan suatu kegelisahan?

Mungkin percakapan seperti itu yang aku harapkan darimu di masa depan. Berharap kehidupanmu sudah jauh lebih baik dariku. Semoga dirimu sudah betul-betul siap untuk berjuang dengan pemikiranmu yang lebih dewasa. Percayalah padaku, apapun yang kamu perjuangkan saat ini aku pun juga memperjuangkannya.

Aku telah melewati banyak hal yang bisa jadi adalah alasan apa yang sedang kamu lakukan saat ini. Aku percaya setiap langkah yang kuambil selalu memiliki alasan dan kusertakan do’a didalamnya. Jadi jangan kamu sibuk menyesali apa yang telah terjadi, sedang terjadi, atau akan terjadi nanti. Kita sama-sama tau, hakikat melakukan yang terbaik dan biarkan Tuhan mengatur sisanya.

Urus saja dirimu di masa itu. Biarkan aku berusaha keras untuk menjadi pondasimu agar kamu tidak mudah goyah. Kalau kamu kembali pada masaku, kamu pun akan tetap melakukan hal yang sama sepertiku. Fokuslah dengan tujuanmu, dan tataplah masa depan.

Aku di masa ini sedang berusaha memperbaiki diriku, mengindahkan jiwaku, mengasah pemikiranku. Aku harap dirimu sudah lebih ahli melakukan hal-hal itu. Kecintaanku pada kebaikan tidak akan pernah berubah, maka jangan sekali-kali kamu merusaknya dengan kebencian. Jadikanlah agama, keluarga, dan orang-orang yang mencintaimu pengingat tujuan hidupmu, karena itu yang selalu aku lakukan pada masa ini.

Aku masih memiliki banyak pertanyaan atas perjalanan hidupku, semoga saat itu kamu sudah memiliki jawabannya. Kalau kamu belum memilikinya, ingat-ingat lagi pertanyaan-pertanyaan itu dan tanyakan pada dirimu di masa berikutnya. Semoga suatu saat kita sama-sama mendapatkan jawabannya.

Aku sangat mencintai diriku, bahkan ketidaksempurnaanku. Jadi jangan sekali-kali kamu menghardik dirimu sendiri. Maafkanlah diriku di masa ini dan bersyukurlah atas dirimu di masa itu.

Jadi untuk diriku di masa depan, ingatlah bahwa aku selalu percaya padamu. Tuhan maha baik dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Jadi berjuanglah dan gunakan sisa waktumu untuk melakukan kebaikan dan bermanfaat. Itu pula yang akan kulakukan saat ini. Tetaplah menjadi  diriku dengan versi yang lebih indah. Aku hanya bisa menggantungkan harapan padamu, bukan diriku yang sebelumnya, bukan diriku yang saat ini. Karena saat ini aku harus bertindak untuk menjadi dirimu yang lebih matang.

Karya : Mariesta

🔥26

If you liked this article
please click on the "Like!".