LAPAN Kembangkan Roket Untuk Luncurkan Satelit Pada 2022 Mendatang

Ringkaskata.com | Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) terus merampungkan proyek ‘roket bertingkat’ – sebutan LAPAN, tanpa awak untuk meluncurkan satelit. Roket yang dimaksud merupakan peluncur pertama hasil karya anak bangsa.

Thomas mengatakan bahwa Selama ini Indonesia masih menggunakan peluncur dari negara lain, seperti roket buatan India.

“Target kami untuk roket bertingkat, tentu untuk mencapai ketinggian yang lebih tinggi lagi supaya nantinya bisa dipakai untuk meluncurkan satelit,” ujarnya.

Thomas menambahkan bahwa untuk satelit sendiri kita masih dikembangkan dan dalam beberapa tahun kedepan masih menggunakan satelit mitra internasional.

“Untuk satelit-satelit yang sekarang dikembangkan kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan, masih menggunakan satelit mitra internasional. Setidaknya untuk tahun depan, menggunakan roket milik India,” tambahnya.

Nantinya, pada tahap awal roket ini akan diluncurkan melalui bandar antariksa di Biak, Papua yang ditargetkan dapat beroperasi sebelum tahun 2024.

“Kami memilih tempat yang lebih layak dan pilihan kami di Biak,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) saat ini tengah menyiapkan hight throughout sattelite (HTS) multi fungsi yang akan dinamakan Satelit Satria.

Satelit yang telah disiapkan selama dua tahun ini rencananya akan meluncur 2022 mendatang. Satria akan memiliki kapasitas internet pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas besar, sehingga bisa digunakan untuk menyediakan jaringan internet merata di seluruh pelosok Indonesia.

Satelit multifungsi ini akan memberikan sinyal broadband ke daerah terluar Indonesia yang tidak dapat diakses dengan kabel serat optik, khususnya di Kalimantan dan Papua.

Sateli itu akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik. Setidaknya ada 140 ribu titik yang tidak dapat akses internet lantaran tidak terjangkau oleh kabel tersebut.

Sebelumnya, Kemenkominfo juga sempat meluncurkan Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dari Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX 22 Februari 2019.

Sumber : cnnindonesia

🔥16

If you liked this article
please click on the "Like!".