Sony Rilis Kamera Mirrorless a6400, Bisa Selfi dan Kunci Fokus Hanya 0,02 Detik

Ringkaskata.com | Tak lama setelah pertama kali diperkenalkan pada pertengahan Januari lalu, Perusahaan teknologi kamera Jepang, Sony resmi memperkenalkan kamera mirrorless terbarunya yakni, Alpha a6400 dipasaran Indonesia.

Alpha a6400 merupakan penerus dari Sony Alpha a6300. Salah satu keunikan kamera ini dibandingkan kamera lain dari seri a6000 terletak pada layar sentuhnya (3 inci, 921.600 piksel, 16:9) yang bisa ditekuk 180 derajat sehingga menghadap ke arah depan.

Fitur itu diklaim bakal memudahkan penggunanya dalam membidik diri sendiri, sesuai dengan target pasar Sony untuk Alpha a6400.

“Kamera ini cocok bagi content creator dan vlogger, juga mereka yang ingin menjepret selfie,” ujar Marketing Director PT Sony Indonesia, Koji Sekiguchi, ketika memperkenalkan Sony a6400 dalam acara peluncurannya di Jakarta, Jumat (15/03/2019).

Selain layar “selfie”, Sony a6400 juga dibekali sistem autofokus terbaru dari Sony yang diklaim terkencang di dunia dengan kecepatan mengunci fokus hanya 0,02 detik.

Sistem AF dengan 425 titik phase detect AF dan 425 titik contrast detect AF itu disebut mampu melacak fokus (tracking) di objek yang bergerak cepat dengan mulus dan akurat.

Sony turut menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sistem AF Sony Alpha a6400, sehingga kamera ini mampu mengenali wajah subyek dan mengunci fokus di bagian mata (Real-Time Eye AF) secara otomatis.

Eye AF memiliki pilihan yang mencakup Auto, Right Eye, Left Eye, dan Switch Right / Left Eye. Titik fokus yang berpusat ke arah mata membantu hasil foto tetap tajam di pusat wajah. Seperti yang diketahui, pusat wajah adalah mata. Oleh karena itu kamera tidak ingin berfokus ke bagian wajah lain, apalagi ketika menggunakan lensa dengan aperture besar.

cinema5D

 

Sony Alpha a6400 ini tertanam sensor CMOS APS-C 24 megapiksel yang disandingkan dengan prosesor pengolah gambar Bion Z. Tingkat sensitivitasnya adalah ISO 100 hingga 32.000, dengan burst rate maksimal 11 FPS dengan autofocus dan autoexposure aktif.

Berbicara seputar ISO, kamera yang memiliki resolusi pemotretan hingga 24,2 MP ini mengantungi kepekaan sensor hingga ISO 32000. Tetapi kamu juga dapat meningkatkan sensitivitas sensor hingga ISO 102400. Oleh karena itu a6400 menjanjikan keleluasaan memotret di dalam kondisi cahaya apapun.

Selain memotret menggunakan aspect ratio 3:2 dan 16:9, Sony a6400 juga menawarkan format aspect ratio 1:1. Nah, jika sobat salah satu orang yang gemar berbagi foto di Instagram, aspect ratio 1:1 sangat cocok sehingga kamu tidak perlu melakukan cropping sebelum mengunggahnya. Dengan demikian kamu sudah dapat melakukan komposisi yang pas saat memotret.

Buffer memori di Sony Alpha a6400 sanggup menampung hingga 116 gambar JPEG atau 46 gambar RAW, atau 44 frame untuk kombinasi JPEG dan RAW. Adapun kecepatan shutter maksimalnya adalah 1/4000 detik.

Sony Alpha a6400 dijadwalkan mulai tersedia di toko-toko di Indonesia pada 6 April 2019 mendatang.

Bagaimana dengan harganya? Banderol harga Sony Alpha a6400 di Indonesia adalah Rp 12.999.000 untuk versi body-only dan harga Rp 14.999.000 untuk versi kit dengan lensa SELP 16-50 mm f/3.5-5.6. Sony a6400 tersedia dalam 2 warna, yakni hitam dan silver.

Ada aksesori terpisah berupa shooting grip GP-VPT1 (Rp 1.599.000) yang menyediakan beberapa kontrol eksternal seperti tombol record dan zoom untuk Sony Alpha a6400. Grip ini bisa dipasangi plate tambahan agar microphone bisa ditempatkan di samping sehingga tak menghalangi layar saat diputar ke arah depan.

Selain a6400, dalam kesempatan yang sama, Sony Indonesia turut meluncurkan lensa mirrorless full-frame FE 135mm f/1.8 G Master. Harganya dipatok sebesar Rp 26.999.000 dan akan mulai tersedia pada April 2019 mendatang.

 

Rep: Mas23 / Ed: ALI

Diolah dari berbagai sumber

🔥61

If you liked this article
please click on the "Like!".