Game Edukasi ‘Penjaga Al-Aqsha’, Cocok untuk Mengisi Waktu Senggang

Ringkaskata.com | Apa kabar sobat RK, kali ini Ringkaskata akan membahas seputar perkembangan teknologi khususnya di bidang game. Sobat RK ada yang hobi bermain game atau hanya untuk mengisi waktu luang saja.

Pada tahun 2019 ini, komunitas Developer Palestina berhasil mengembangkan aplikasi game edukasi yang bertema tentang Masjid Al-Aqsha.

Dalam pengembangan game edukasi ini, Komunitas Developer Palestina dibantu oleh yayasan Turki. Tujuan dari dikembangkannya game edukasi ini adalah untuk memperkenalkan para generasi muda tentang budaya dan juga sejarah dari Masjid Al-Aqsha, dimana masjid ini terletak di pusat Yarussalem yang sekarang sedang diduduki oleh Israel.

Game ini sendiri bernama Haris’ul Aqsa (Pelindung Aqsa), yang dikembangkan oleh Burj Al-Lak Lak Community Center dan sekerang sudah tersedia untuk perangkat yang mendukung sistem operasi iOS dan Android.

Perlu sobat tahu, game ini didesain oleh tim insinyur dan sejarawan Palestina dengan dukungan dari asosiasi Vakti Kiraat Turki. Permainan ini bertujuan untuk mendidik generasi muda tentang sejarah dari Al-Aqsha serta latar belakang sejarah dan budaya peradaban yang dibangun disekitarnya.

Menurut Insinyur Palestina, Muhammed Abdulhak, Programmer utama dari game itu mengatakan, merupakan tanggung jawab besar dan juga kegembiraan yang tak terlukiskan baginya bisa mengembangkan game untuk salah satu situs paling suci dalam islam.

“Ini seperti benih. Berusaha menciptakan aplikasi yang akan mencapai jutaan pelanggan adalah tugas yang menyenangkan,” ungkapnya seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (22/2/19).

Game ini terdiri dari empat tahap dimana pemain harus mampu menjawab 250 pertanyaan tentang sejarah dan juga agama untuk bisa melewati setiap levelnya.

Pemain akan memulai permainan sebagai seorang “Pengunjung” di halaman Masjid Al-Aqsha dan setelah berhasil menjawab semua pertanyaan dengan benar, maka sobat akan menerima gelar “Penjaga”, untuk level selanjutnya “Hamba” dan yang terakhir “Mentor”.

Di tingkat akhir permainan, para pemain yang sudah mendapat gelar mentor akan menerima kunci gerbang Al-Maghreb di mana lokasi dari gerbang ini berada di tenggara komplek masjid, yang berada di bawag kendali polisi Israel, dan kemudian memberikan kunci tersebut ke Administrai Yayasan Islam di Yarusalem.

Bagi sobat RK yang belum tahu, Gerbang Al-Maghreb telah dikuasai oleh polisi Israel sejak pasukan Israel pertama kali menduduki Yarusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967.

Game ini sendiri telah diunduh oleh lebih dari 37.000 pengguna ponsel pintar sejak peluncurannya. Untuk saat ini, game “Penjaga Al-Aqsha” ini hanya menggunakan satu bahasa yakni bahasa arab.

Namun sobat jangan sedih, karena para pengembang dari game ini berencana akan meluncurkan versi lain dengan pilihan bahasa Inggris dan Turki

 

 

🔥73

If you liked this article
please click on the "Like!".