Laga Rivalitas Antara UNJ dan UPI Kembali Terulang Untuk yang Kelima Kali

Ringkaskata.com | Duel rivalitas antara Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali terjadi, Duel puncak LIMA Futsal Nationals di antara kedua tim ini akan menjadi yang kelima berturut-turut sejak 2014.

Laga yang digelar di GOR Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), Bekasi, ini, berlangsung ketat sepanjang laga. Kedua kubu mengandalkan pertahanan tangguh untuk membuat lawan berkesulitan mencetak gol.

Skor kacamata mengakhiri babak pertama. Begitu juga akhir babak kedua.

Tiga menit memasuki waktu ekstra pertama, UNJ besutan Nur Fitranto mematahkan kebuntuan. Nilam Gita Cahyadiani (9) menuntaskan aksinya melewati lawan dengan gol tembakan dari titik tak jauh dari lingkaran pertahanan UNY.

Di menit terakhir perpanjangan waktu pertama, UNJ yang berkostum hijau bisa menggadankan keunggulan. Mei Rina Bella (10) menjebol gawang UNY setelah menerima bola kick-in Sulastri Sinaga (8).

Upaya UNY mencetak gol mendapatkanĀ  hasil di menit terakhir perpanjangan waktu kedua. Ismi Nur Adizah (13) yang menjadi kiper terbang bisa mempersempit ketertinggalan juara LIMA Futsal CJYC itu. Namun, UNY tak bisa menambah perbendaharaan gol.

UNJ menantang lagi UPI di final. Laga puncak akan dihelat pada Minggu (16/12). UNY akan memperebutkan peringkat ketiga menghadapi Univ. Islam Riau (UIR) Pekanbaru.

“Pada 2×20 kami sudah bisa menahan imbang. Namun, sekali lagi kami mengalami masalah stamina hingga membuat fokus kami terpecah. Dua kali blunder membuat kami kemasukan 2 gol. Segi stamina masih harus dibenahi lagi. Kami akan mempersiapkan lebih baik lagi. Kami akan membenahi pertahanan dan fokus di menit-menit akhir karena selalu kecolongan di saat-saat itu. Menghadpi UIR, kami akan meredam set piece mereka. Kami 100 persen siap,” ucap Sigit Dwi Andrianto, pelatih UNY.

“Alhamdulillah kami menang dan lolos kembali ke grand final. Anak-anak sempat tegang saat ditahan sampai 2×20. Akan tetapi, mental, dan semangat para pemain dan ofisial bisa membuat kami memecahkan kebuntuan,” ujar pelatih UNJ, Muhammad Miftahul Ikhsan.

“Kami akan menghadapi UPI kembali di final. Motivasi kami untuk dapat menang kali ini mesti lebih besar setelah beberapa tahun terakhir harus selalu mengakui keunggulan UPI,” lanjutnya.

Rep : KTR-Min / Ed : MI10

šŸ”„4

If you liked this article
please click on the "Like!".