Prestasi membanggakan kembali diukir oleh para atlet panjat tebing Indonesia, saat berlaga pada turnamen Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018.

Ringkaskata.com | Sebanyak 11 atlet panjat tebing dikirimkan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) ke turnamen yang digelar di Huaian, China. Lima atlet diantaranya berhasil meraih medali pada turnamen tersebut.

Atlet putra andalan Indonesia Pangeran Septo Wibowo berhasil naik podium pertama usai mengalahkan Sergei Rukin, yang jatuh di final dengan catatan waktu 6,33 detik di nomor men’s speed dan berhak mendapatkan medali emas.

Sedangkan Peringkat ketiga diperoleh oleh Sabri, yang berhasil mengalahkan Muhammad Hinayah dengan catatan waktu 6,28 detik.

Sementara atlet putri terbaik Indonesia Aries ‘Spiderwoman’ Susanti Rahayu berhasil keluar sebagai pemenang usai mengungguli atlet tuan rumah He Cuilian dengan catatan waktu 7,93 detik di nomor women’s speed dan berhak mendapatkan medali emas.

Selain itu pada atlet putri lainnya Agustina Sari berhasil memenangi pertarungan perebutan peringkat ketiga usai mengalahkan rekannya sendiri Nurul Iqamah.

Ketua FPTI juga mengungkapkan bahwa para atlet yang mengikuti turnamen-turnamen di luar negeri akan menguntungkan para atlet itu untuk persiapan, Olimpiade Tokyo yang semakin dekat. Apalagi, pemusatan latihan belum ditentukan.

“Olimpiade Jepang itu tahun 2020. Kita tidak punya cukup waktu untuk bersiap. Apalagi, Pemerintah belum menetapkan Pelatnas untuk (Olimpiade) itu. Nah, kompetisi yang di luar negeri sangat penting untuk menjaga performa para atlet panjat tebing kita,” ujar Faisol Riza.

 

Rep: AB_25/Ed:KIS

Sumber : detik.com