Aplikasi pembuat video pendek Tik Tok kini menggunakan teknologi AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) dan fitur report untuk menyaring dan menjaga aplikasi Tik Tok dari konten negatif.

JakartaJakarta, Ringkaskata.com | Kedua hal ini merupakan bentuk pemenuhan syarat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang meminta penghapusan seluruh konten negatif dan komitmen untuk menjaga Tik Tok dari konten negatif.

Local Marketing Manager Tik Tok Dina, mengatakan teknologi AI dan fitur report merupakan bentuk komitmen  untuk membersihkan Tik Tok dari  konten negatif.

“Kami punya beberapa teknologi yang bisa filter konten negatif. Tekonologi AI (artificial intelegent) dan human resource untuk memastikan konten negatif sudah berkurang,” kata Dina usai bertemu perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat,  Senin (9/7) Dilansir dari CNNIndonesia.

Lebih lanjut, Dina mengatakan Tik Tok juga memiliki fitur “report” yang bisa digunakan penggunanya untuk melaporkan keberadaan-keberadaan konten negatif di Tik Tok.

Artinya, Tik Tok juga meminta partisipasi dari para pengguna untuk menjaga Tik Tok dari konten negatif agar tidak diblokir lagi oleh Kominfo. Tombol ‘Report’ dapat dimanfaatkan sehingga pengelola aplikasi dapat menurunkan unggahan konten yang dianggap bermuatan negatif.

Hari ini pihak Tik Tok bertemu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini, pihak Tik Tok sepakat untuk melakukan perbaikan sistem demi mereduksi maraknya persebaran konten-konten negatif.

Dina mengakui Indonesia memang salah satu pasar terbesar pengguna Tik Tok. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan konten positif demi perlindungan anak Indonesia.

Demi menghadirkan konten positif, pihaknya ingin bekerja sama dengan KPAI maupun kementerian terkait untuk edukasi anak tentang pembuatan video maupun penggunaan platform secara bijak.  Ketua KPAI, Sutanto menuturkan, pertemuan pihaknya dengan Tik Tok bertujuan untuk menciptakan aplikasi Tik Tok yang ramah anak.

“KPAI menyayangkan adanya muatan negatif  (pada Tik Tok) sehingga diblokir. Pengawasan konten dan manajemen Tik Tok sudah ada penjelasan. Kami berharap ada perbaikan sistem dan konten sesuai dengan regulasi di Indonesia,” katanya dalam konferensi pers di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

KPAI pun meminta pihak Tik Tok untuk terus melakukan pengawasan. Tak cukup pengawasan dari pihak Tik Tok dan KPAI, pengawasan dan dukungan orang tua maupun masyarakat.

“Tidak menutup kemungkinan kalau tidak ada perbaikan, (Tik Tok) bisa dipanggil lagi,” imbuh Sutanto.

Sebelumnya Kominfo memblokir DNS Tik Tok pada Rabu (4/7). Menkominfo Rudiantara mengatakan pihak Tik Tok mengakui terdapat konten negatif dalam aplikasi mereka. Pemblokiran hanya bersifat sementara. Blokir akan dibuka jika Tik Tok memenuhi dua persyaratan.

“Kami minta dua komitmen. Pertama, bersihkan dulu kontennya. Kedua, menjaga konten tersebut. Bukan otomatis akan dibuka ya, kalau semua sudah bersih baru dibuka,” jelas Rudiantara di Kantor Wakil Presiden, Rabu (4/7).

 

Rep : Mas23 / Ed : Azz

Sumber: CNNIndonesia