Usai Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, banyak para pekerja baik Honorer maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan cuti bersama. Kemudian mulai masuk kerja lagi jatuh pada hari Kamis (21/6/2018). Dan usai lebaran para ASN Lingkungan Setda Pemprov Sumsel melaksanakan Apel dan sekaligus Halal Bi Halal.

Ringkaskata.com | Apel yang dilaksanakan pada hari kamis ini dipimpim langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, yakni Nasrun Umar.

Setelah melaksanakan apel, Sekda Nasrun melakukan sidak untuk mengetahui kehadiran para Honorer maupun ASN ke Dinas dan Badan diantaranya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Dinas PU Pengairan Provinsi Sumsel, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesangpol) Provinsi Sumsel, Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukkcapil) Provinsi Sumsel dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumsel.

Setelah melakukan sidak dan mengetahui siapa yang tidak masuk kerja di hari pertama, Sekda Nasrun akan memberikan sanksi dan akan menindak lanjuti baik itu Honorer maupun ASN.

Pasca libur panjang kemarin, pihak Berdasarkan data Kepegawaian Daerah (BKD) mengatakan baru menerima laporan dari Dinas Perdagangan, sementara untuk OPD yang lain datanya masih ada pada Dinas Satpol PP Provinsi Sumsel, ungkap Muzakir selaku kepala Dinas BKD.

“Kalau soal data Sidak pak Sekda tadi kita belum terima, masih di Satpol PP. Namun yang pasti BKD 100 persen ASN kehadirannya lengkap, sedangkan Dinas Perdagangan ASN yang hadir 65 Orang, yang tidak hadir sebanyak lima orang tanpa keterangan dan satu orang izin,” ujarnya.

Terkait ketidakhadiran di Lingkup Pemprov Sumsel kemarin, akan memberikan sanksi tegas dan surat teguran, ahkan penundaan kenaikan gaji berkala hingga pemberhentian pada orang yang tak hadir pada hari pertama kerja.

“Yang paling beresiko ketidakhadiran hari ini, Kamis(21/6/2018). Untuk surat teguran diberikan dengan kurun waktu 1-5 hari, tapi jika kemarin hitungan kumulatif ketidakhadiran sejak Januari mencapai 46 hari maka akan diberhentikan. Ini sesuai dengan PP No 53/2010,” ungkapnya.

Muzakir mengatakan, sangat disayangkan jika hari pertama kerja tak masuk, karena libur lebaran tahun ini lumayan lama. Kecuali bagi mereka yang benar-benar ada kepentingan.

“Sebenarnya tidak ada toeransi lagi, karena sudah lama sekali libur kemarin. Terkecuali bagi mereka yang tak hadir karena cuti hamil misalnya, tak bisa kita larang tetapi kalau cuti tahunan masih bisa kita tangguhkan,” jelasnya.

Sedangkan berdasarkan dari 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumsel, para ASN terdata yang berjumlah sebanyak 16 ribu Orang.

 

Rep : KIS/ Ed : Azz

Sumber: Sripoku.com