Ringkaskata.com | Libur cuti bersama Idul Fitri tahun ini memang cukup panjang. Setelah selesai bersilahturahim dengan keluarga dan kerabat, kita biasanya mengisi waktu liburan tersebut dengan jalan-jalan atau mengunjungi beberapa tempat wisata,  baik bersama keluarga maupun bersama kerabat. Setelah puas menghabiskan liburan bersama,  tiba saatnya untuk mengistirahatkan diri.

Bagi sobat RK yang tidak memiliki rencana liburan, pasti akan menghabiskan masa libur lebaran hanya dengan tidur, tidur, dan tidur. Eits… Tapi sobat harus hati-hati lo. Karena menurut penelitian, kebanyakan tidur bisa berisiko kematian dini.

Dikutip dari New York Post, penelitian dari Seoul National University Korea Selatan, menganalisis 133.608 orang dewasa berusia 40-69 tahun. Ditemukan wanita yang tidur lebih dari sepuluh jam per hari memiliki 40 persen kemungkinan kematian dini terkait beberapa masalah kesehatan.

Baca Juga : Segudang Manfaat Kesehatan dari Teh Biru

Di antara penyakit itu adalah, tekanan darah tinggi, dan peningkatan kadar lemak dan gula dalam darah serta kadar kolesterol baik yang menurun. Hal-hal tersebut dapat memicu penyakit jantung, stroke, diabetes, bahkan kanker.

Sedangkan penelitian yang dipublikasikan pada jurnal BMC Public Health, menunjukkan bahwa pria yang tidur lebih dari sepuluh jam memiliki risiko yang lebih kecil, yaitu sekitar 28 persen.

Tapi berbeda hasilnya jika waktu tidur per hari kurang dari enam jam. Pria, berisiko 12 persen untuk kematian dini, sedangkan pada wanita hanya sembilan persen berisiko kematian dini.

Para peneliti meyakini bahwa durasi tidur mempengaruhi hormon yang terkait dengan nafsu makan, asupan kalori, dan penggunaan energi.

Jadi untuk mencegah kematian dini diharuskan untuk orang dewasa, agar tidur tujuh hingga delapan jam per malam sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga dan terhindar dari kematian dini.

Baca Juga : Ternyata Patah Hati Bisa Diobati dengan Sains

“Untuk kesejahteraan secara keseluruhan, direkomendasikan untuk orang dewasa tidur tujuh hingga delapan jam per malam,” kata Claire Kim, peneliti utama dari Seoul National University.

Rep : MI10 / Ed : KIS

Sumber : Detik.com