Ringkaskata.com | Beberapa makanan tradisional di Indonesia banyak yang tertinggal atau banyak masyarakat yang hamlir tidak mengetahuinya,  sehingga makanan tersebut tak banyak yang melestarikan dan hampir punah. Berikut Ringkaskata merangkum beberapa makanan yang hampir punah.

  1. Awug

Foto : https://dianonasis.files.wordpress.com

Awug adalah panganan yang terbuat dari bahan tepung beras, kelapa, daun pandan, dan gula merah. Kuliner tradisional ini merupakan jajanan khas Sunda.

Sekilas, awug hampir mirip dengan kue putu karena bahannya pun hampir mirip. Namun, yang membedakan adalah cara pengukusannya menggunakan semacam bakul nasi dari rotan yang berbentuk kerucut.

  1. Peuyeum Hanjeli

Foto : Net

Baca Juga : Lek Tau Suan, Kuliner Tionghoa Khas Kalimantan Barat

Makanan tradisional ini merupakan makanan khas Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedan. Alasan yang membuat makanan ini hampir punah adalah karena pohon hanjeli yang menjadi bahan pokok untuk membuat makanan ini sudah jarang ditemukan.

Saat ini hanya ada satu orang saja yang masih membuat makanan tradisional ini, yaitu Ma Uwat (81 tahun) berasal dari Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan.

Peuyeum Hanjeli ini memiliki rasa yang manis namun cita rasanya berbeda dengan Peuyeum Singkong dan Peuyeum Beras Ketan.

  1. Kue Putu

Foto : menuresepkue.com

Masih ingatkah anda dengan ciri khas bunyi yang menjual Kue Putu? Suara khas ini berasal dari uap yang keluar dari alat suitan pedagang Kue Putu. Namun suara khas dari penjual kue putu kini sudah sangat jarang kita dengar karena peminat dari kue ini sudah semakin sedikit.

Kue Putu merupakan jenis kue tradisional yang berisi gula jawa, parutan kelapa, dan tepung beras yang berbutir kasar. Biasanya disajikan dengan warna kue yang hijau atau putih.

Kue ini bisa dikatakan hampir punah karena tidak bisa bersaing dengan kue-kue yang ada pada saat ini.

  1. Kue Rangi

Foto : Net

Kue ini juga berasal dari Betawi. Kue Rangi terbuat dari tepung kanji yang dicampur parutan kelapa yang kasar kemudian dipanggang. Penyajiannya disajikan dengan saus gula merah. Penjual kue ini sudah sangat jarang. Sehingga makanan ini sangat jarang ditemukan.

Maka dari itu, banyak warga Jakarta tidak tahu dengan kue ini.

Baca Juga : Wedang Angsle, Sangat Cocok Menemai di Waktu Malam

  1. Kidu

Foto : i.ytimg.com

Kidu adalah makanan khas dari Suku Karo. Makanan ini biasa disajikan sebagai menu utama pada acara tradisi setiap tahunnya.

Kidu merupakan makanan dari ulat pohon enau yang telah membusuk. Ulat ini bisa dimakan mentah ataupun dimasak dengan bumbu arsik.

Makanan ini menjadi langka karena bahan utama dan bahan tambahannya sangat sulit ditemukan saat ini. Bahkan, tidak semua orang bisa mengolah makanan tradisional tersebut. Karena jika salah memasaknya maka akan membuat sakit perut.

  1. Bassang

Foto : Hesti

Bassang merupakan makanan tradisional yang berasal dari Sulawesi khususnya di daerah Makassar. Dinamai Bassang, yakni berasal dari kata bassoro yang berarti kenyang.

Makanan ini terbuat dari jagung pulen dan santan yang disajikan dalam bentuk bubur. Orang-orang yang menjajakan makanan ini sudah tidak banyak lagi. Maka bisa dikatakan makanan ini hampir punah.

Sebagian pedagang yang masih menjual Bassang melakukan beberapa inovasi untuk mempertahankan makanan ini, salah satunya dengan memberi topping milo agar terasa lebih enak, menarik, dan lebih banyak yang menyukai.

  1. Sayur Babanci

Foto : Net

Sayur Babanci merupakan salah satu makanan khas Betawi yang biasanya disajikan pada hari-hari besar keagamaan. Sayur ini berisikan daging sapi, daging kelapa muda, dan petai dengan kuah asam pedas dan bersantan.

Salah satu yang membuat makanan ini hampir punah karena bahan-bahan untuk membuat makanan ini sudah sulit ditemukan di Jakarta. Seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang.

  1. Gulo Puan

Foto : twimg.com

Makanan ini merupakan makanan yang berasa manis, khas dari daerah Palembang. Bisa dikatakan, makanan ini adalah ‘kejunya Sumatera Selatan’. Dulu, makanan ini adalah makanan para raja.

Bahan utama dari makanan ini adalah gula pasir dan susu kerbau. Butuh waktu yang lumayan lama untuk mengolah makanan ini yaitu dibutuhkan sekitar 3-4 jam.

Selama itu pula, jangan lupa untuk diaduk secara terus menerus agar tidak gosong. Saat ini hanya ada 1 penjual di gerbang masjid agung palembang setiap hari jum’at.

Hal yang menjadi makanan ini sulit dicari karena susu kerbau sudah sulit ditemukan dan pembuat gulo puan pun semakin sedikit. cek Gulo Puan, Makanan Kesultanan yang Hampir Tergerus Zaman

 

Nah sobat RK, itu dia 8 makanan tradisional khas Indonesia yang hampir punah tergerus zaman, bahkan hanya segelintir orang saja yang masih tetap mempertahankan dan melestarikan makanan ini.

Mari lestarikan makanan tradisional Indonesia jangan sampai generasi penerus kita tidak mengetahui dengan makanan yang cita rasanya bisa melambangkan Indonesia.

Semoga bermanfaat

 

Rep : MI10 / Ed : KIS

Diolah dari berbagai sumber