Ringkaskata.com | Sebagian orang lahir dalam kondisi sehat, sementara sisanya mengalami gangguan kesehatan yang diturunkan secara genetik. Walaupun begitu, kita tidak bisa menyalahkan keluarga terdahulu, namun harus ditangani secara bijak dan telaten agar tidak semakin parah ya sobat.

Ada sejumlah tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) biasanya dilakukan untuk mengetahui adakah gangguan kesehatan dalam tubuh kita secara genetik. Beberapa metode pengujian mematok harga mahal, sisanya terjangkau namun belum bisa dipastikan secara sahih.

Jika kita mengetahui lebih awal apa yang tersembunyi di DNA akan memotivasi kita untuk menjaga diri lebih baik dari sebelumnya. Karena alat pengujian genetika berkembang, para ahli mengatakan bahwa kita memiliki kesempatan ntuk mempelajari lebih lanjut penyakit tertentu yang diturunkan secara genetik.

“Orang-orang sangat tertarik dengan pengujian genetik. Saat ini, banyak pasien saya yang bertanya tentang hal itu,” jelas Bradley Patay, spesialis penyakit dalam di Scripps Clinic Torrey Pines di La Jolla, California.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah 5 gangguan kesehatan yang diturunkan secara genetik:

  1. Penyakit jantung

Seperti yang kita ketahui gaya hidup yang buruk menjadi penyebab risiko penyakit jantung. Namun jangan salah sobat, sebab penyakit ini bisa terjadi karena diturunkan secara genetik.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2016 terhadap lebih dari 55.000 peserta yang kemudian diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine. Berdasarkan penelitian itu, ditemukan bahwa menjaga gaya hidup sehat bagi orang-orang yang memiliki risiko genetik untuk penyakit jantung sangatlah penting.

  1. Polip kolon

Polip kolon disebut dapat menyebabkan kanker kolorektal. Faktanya, kondisi ini bisa diturunkan secara genetik lo sobat. Kamu bisa memastikan dengan cara bertanya pada keluarga, apakah ada kerabat yang mengalami gangguan kesehatan ini.

Polip kolon bisa berkembang di usus besar selama masa muda, lalu menjadi ganas saat mendekati usia 40 tahun. Berdasarkan data dari American Cancer Society, satu dari lima orang yang terkena kanker kolorektal terjadi karena keturunan dan diawali dari polip kolon.

  1. Penyakit celiac

Menurut Celiac Disease Foundation, orang yang memiliki kerabat pengidap penyakit celiac berisiko besar ikut terkena penyakit yang sama di masa yang akan datang. Penyakit ini terjadi ketika pencernaan seseorang mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi gluten, protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam.

Meskipun risikonya tidak sebesar yang diperkirakan, namun sobat tidak boleh meremehkan penyakit ini. Gejala penyakit celiac ditandai dengan nyeri perut hingga penurunan berat badan.

  1. Kolesterol tinggi

Selain pola hidup tidak sehat seperti asupan makanan, risiko seseorang mengalami kolesterol tinggi bisa juga terjadi karena diturunkan secara genetik. Mirisnya, banyak seseorang yang telat mengetahui dirinya terkena kolesterol tinggi saat mengalami serangan jantung di usia muda.

Orang dengan kelainan genetik yang disebut familial hypercholesterolemia (FH) memiliki tingkat kolesterol lebih tinggi sejak lahir. Risiko terhadap penyakit jantung dini, termasuk serangan jantung dan stroke, menjadi amat besar.

  1. Depresi

Para peneliti masih harus banyak belajar tentang kondisi mental dan dampaknya pada genetik. Namun dengan melihat sejarah pada keluarga sobat, hal itu dapat memberikan setidaknya petunjuk awal untuk mencegah depresi sejak dini. Mempertimbangkan riwayat kesehatan mental keluarga sobat, sedikit banyak memberikan alarm sejak dini untuk meminimalkan risiko penyakit depresi.

Agar lebih waspada, sudah semestinya sobat memahami berbagai gangguan kesehatan yang diturunkan secara genetik seperti beberapa penyakit di atas. Dengan melihat riwayat keluarga, maka sobat dapat melakukan pencegahan sedini mungkin sebelum terjangkit dan menjadi semakin parah.

Oke sobat. Beberapa penyakit di atas bisa kita atasi jika diperiksa sedini mungkin. Jangan khawatir, dan tetaplah menjalani pola hidup sehat. Meskipun kita terjangkit, sesungguhnya tidak perlu takut karena setiap manusia pasti merasakan mati. Namun ketetapan itu bisa kita iringi dan kendalikan dengan tetap semangat menjalani hidup.

Rep : Azz / Ed : KIS

Sumber : Klikdokter.com