Kemarin ada tamu disebuah rumah, tamu yang meninggalkan sepenggal kisah, hanya sepenggal kisah, tak lebih.

Ringkaskata.com | Kisah yang membuat tuan menangis haru, berhari-hari terlarut dalam kesedihan, dan kisah itu membuat tuan tak ingin lagi menerima tamu dirumahnya.

Kisah itu berawal dari hadirnya tamu tak diundang, tamu dengan sendiri nya datang. Sebenarnya rumah itu sudah lama sepi, sudah lama tak ada tamu, rumah yang sengaja dikunci oleh tuan, karena alasan tak ada tamu yang bermaksud serius untuk singgah kerumahnya.

(Baca Juga : Cemburu, mengikis atau menambah kadar rasa cinta?)

Namun tuan rumah mulai bosan dengan keadaan sepi dan sendiri. Tuan ingin mencoba menerima tamu, agar rumahnya tak sepi lagi. Lalu ia membuka kunci pintu rumahnya, dan mengizinkan tamu itu masuk.

Setelah beberapa saat, tuan mulai nyaman dengan tamu itu, karena cara nya bicara dan masuk kerumah dengan maksud yang baik waktu itu, tuan rumah mulai percaya dengan tamu yang baru ia kenal, percaya dengan segala perkataan yang ia ucapkan, dan janji manis yang berulang-ulang juga ia ucapkan.

Tuan rumah, terlanjur percaya dan yakin bahwa tamu itu akan selamanya bersemayam di rumahnya. Akan mengisi hari-harinya dengan penuh kebahagian.

Setelah beberapa waktu berlalu, tamu itu pergi tanpa izin, pergi saja tanpa alasan. Padahal tuan merasa tak ada yang salah, tak ada masalah yang membuat tamu itu pergi. Di saat itu tuan merasa kecewa, memahami dengan keadaan yang sedang terjadi.

Tuan baru sadar, bahwa ia hanya sekedar tamu, tamu asing yang bisa kapan saja pergi dari rumahnya. Dengan keyakinan dan hati yang ikhlas, tuan mulai mengikhlaskan kepergian orang yang dianggapnya hanya sekedar tamu, tamu yang menghilangkan sejenak rasa sepi dan kekosongan dirumahnya.

Rasa sakit yang dirasakan tuan, hanya sebentar tak begitu lama, rasa rindu pun hanya sesekali muncul, tak begitu menyakitkan. Karena tamu itu hanya singgah dan bermain dirumah yang kosong, tak ada penghuni, hanya itu fikir tuan, tak ada maksud serius untuk menetap dirumah nya.

(Baca Juga : 5 Cara Ampuh Menghilangkan Rasa Galau)

Tapi tuan merasakan rasa kecewa sampai saat ini. Kenapa tamu itu pergi tanpa berpamitan, sebelum akhirnya benar-benar pergi, itu saja tak ada yang lebih.

Keadaan tuan saat ini sudah membaik, dan tak ada lagi rasa rindu yang menyapa disetiap heningnya malam. Kini tuan mengunci rumah nya dengan rapat, dan berharap tak ada lagi tamu yang hanya datang dan bermain, lalu pergi.

Kebahagiaan yang di idam-idam kan oleh tuan memang tak terwujud, tapi tuan percaya bahwa semua ini ada pelajaran yang bisa diambil dan menjadi pelajaran kedepannya.

Tuan mengerti bahwa tamu kemarin adalah teguran untuk tuan agar tak sembarangan membuka kunci rumah, tak sembarangan menerima tamu asing yang hanya sekedar singgah bukan untuk menetap.

 

Rep: Ulik / Ed: Mas23