Ringkaskata.com | Sebagian dari kita banyak yang tidak menyukai jengkol. Selain bau yang sangat menyengat pada mulut, jengkol juga mengakibatkan bau yang tak sedap pada urine. Padahal, buah yang memiliki bau yang khas ini memiliki banyak manfaat salah satunya mencegah atau mengobati kanker.

Dalam jengkol mengandung karbohidrat dan protein yang cukup tinggi. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi pada tubuh, sedangkan protein sangat berguna untuk membangun sel organ vital pada tubuh.

Banyak cara yang digunakan dalam pengobatan kanker. Jika dalam pengobatan medis, kanker dapat diobati dengan kemoterapi. Namun jengkol menjadi alternatif pengobatan alami yg bisa dipercaya mencegah dan mengobati kanker.

Seperti yang diungkapkan Institute of Health Sciences, 819 Sweden Riset Biosains. L.L.C. Cause Street, ternyata jengkol merupakan buah ajaib untuk membunuh sel kanker dan 10.000 kali lebih kuat dari Kemoterapi. Berdasarkan penelitian pula, jengkol bisa menjadi obat mujarab yang terbukti melawan semua jenis kanker.

Sumber informasi menarik ini berasal dari salah satu produsen obat terbesar di dunia yang mengatakan bahwa, setelah lebih dari 20 tes laboratorium yang dilakukan sejak tahun 1970, terungkap bahwa: Jengkol bisa menghancurkan sel-sel ganas dalam 12 kanker, termasuk kolon, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas.

Berikut penjelasan lebih lanjut khasiat dari jengkol;

Jengkol ampuh melawan sel kanker lebih kuat dari pada kemoterapi

Seperti yang dilansir di kumparan.com, Jengkol juga dipercaya dapat menghancurkan hampir semua jenis sel kanker, dan yang paling terbukti adalah dapat menghilangkan tumor dan kista. Dalam penelitian yang dilakukan pada sebuah laboratorium salah satu perusahaan obat terbesar dunia, setidaknya jengkol dapat menghambat 12 jenis penyakit kanker. Terlebih lagi manfaat yang luar biasa tersebut lebih kuat dibandingkan dengan pengobatan dengan kemoterapi. Bila ini benar, maka penemuan tersebut akan menjadi harapan baru bagi para penderita kanker

Jengkol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker

Jengkol yang mempunyai bau khas ini selain dapat melawan sel kanker, jengkol dapat mencegah pertumbuhan atau munculnya sel kanker. Mengkonsumsi jengkol sama artinya dengan mencegah tubuh anda dari penyakit yang mematikan ini. Senyawa kimia berupa saponin yang ada pada jengkol terbukti dapat menghambat sel kanker tumbuh dan berkembang.

Namun selain kaya akan manfaat, sobat RK juga tidak boleh mengkonsumsi jengkol secara berlebihan. Karena jengkol juga memiliki sifat yang berbahaya. Asam jengkolat struktur molekulnya mirip seperti asam amino sistein dan mengandung senyawa belerang yang menjadi penyebab jengkol memiliki bau menyengat. Tingkat keasaman pada jengkol ini berbeda dengan pH atau tingkat keasaman urin manusia. Urin manusia sendiri ada yang memiliki sifat netral dan juga asam. Pada urin netral, maka resiko pengkristalan pada kandung kemih juga relatif kecil, sedangkan untuk yang memiliki kadar pH keasaam tinggi, maka pengkristalan akan terjadi dengan lebih cepat.

Kandungan asam jengkol, jengkolic acid atau asam jengkolat yang terkandung dalam jengkol, bisa menyebabkan keracunan yang dinamakan dhenkolism dengan ciri retensi urin, kejang otot, gout dan juga gagal ginjal. Kandungan asam jengkol juga tidak bisa larut dalam air sehingga akan menyebabkan pengkristalan pada urin atau air kencing. Pengkristalan dalam bentuk tajam di saluran kemih ini akan menyebabkan timbulnya rasa sakit dan juga hematuria.

Jadi konsumsi lah jengkol secukupnya ya sobat RK.

 

  • Diolah dari berbagai sumber