Kesenian Tradisional Dul Muluk

Ringkaskata.com – Selain kekayaan kuliner, Palembang juga diwarisi oleh banyak kebudayaan yang unik. Salah satunya adalah kesenian tradisional Dulmuluk. Meski saat ini, kesenian rakyat tersebut sudah tak lagi populer, namun tak sedikitpun melunturkan semangat para seniman tradisional Dulmuluk Palembang. Lebih lagi, masih ada para generasi muda Palembang yang terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian yang amat berharga ini.

Dul muluk adalah teater tradisional yang berkembang di Sumatera Selatan. Konon, seni pertunjukan ini bermula dari syair Raja Ali Haji, sastrawan yang pernah bermukim di Riau. Nah, karya sang raja ini terkenal dan menyebar hingga Palembang.

Dalam dul muluk terdapat lakon, syair, lagu-lagu Melayu, dan lawakan. Adapun bentuk pementasan dul muluk serupa dengan lenong dari masyarakat Betawi di Jakarta. Akting di panggung dibawakan secara spontan dan menghibur.

Penonton pun bisa membalas percakapan di atas panggung. Bedanya sudah pasti di bahasa yang digunakan. Kalau lenong menggunakan bahasa Betawi, dul muluk menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Palembang.

Dul muluk biasanya dipentaskan setiap ada pesta pernikahan. Kadang kala dul muluk bisa diadakan semalam suntuk. Meski sempat kehilangan pamor, dun muluk kini kembali dilestarikan oleh generasi muda melalui pementasan di sekolah-sekolah

sumber : laskarwongkito.com

🔥481

If you liked this article
please click on the "Like!".

ALI